Kenalan dengan "Riba"

Assalamu'alaikum.
sahabat pernah bertransaksi kan? pernah meminjam uang di Bank? atau sekedar melakukan jual-beli dengat teman di kelas?
pernah mendengar tentang Riba? belum tahu? atau justru sudah akrab? hmm ayo kita kenali Riba agar dapat menghindari dan menjauh darinya.. Check this out!!

Riba siapakah dirimu?
Riba menurut bahasa artinya tambahan, yaitu pengambilan tambahan dari harta pokok. Lebih lengkapnya Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis, baik transaksi utang piutang maupun jual beli.

Nah Riba juga banyak macamnya lho.. check this out:

  1. Riba Qard: Riba ini biasanya dilakukan oleh para rentenir yaitu pada saat utang piutang dimana pemberi pinjaman meminta tambahan tertentu atas utang yang dipijamkan pada saat awal transaksi.
  2. Riba Jahiliyah: Sesuai namanya Riba Jahiliyah ini sangat jahat. Karena pelakunya meminta tambahan pembayaran atas utang yang tidak bisa dilunasi ketika jatuh tempo. hihh serem yak.
  3. Riba Fadl: Riba ini terjadi ketika ada pertukaran barang sejenis namun timbangan dan takarannya berbeda. 
  4. Riba Nasi'ah: Riba yang terjadi ketika pertukaran barang-barang ribawi yang berbeda nilainya, berbeda takarannya, dan berbeda waktu penyerahannya.  Jenis barang ribawi diantaranya:emas dan perak (dalam bentuk uang atau perhiasan), garam, kurma, beras/gandum/jagung (bahan makanan pokok atau bahan makanan tambahan).

Lalu apa kata Rasul tentang Riba?
"Dari Jabir ia berkata, "Rasulullah saw melaknat orang yang memakan (mengambil) riba, memberikan, menuliskan, dan dua org yg menyaksikannya." Ia berkata: "Mereka itu berstatus hukum sama (yakni sama-sama berdosa karena praktek riba itu)" (H.R. Muslim).
tuh kan, sudah sangat jelas sekal bahwa Nabi Muhammad saw. melaknat dan sangat membenci orang yang mengambil Riba, baik itu langsung terlibat dalam transaksinya atau hanya menuliskannya.

Bagaimana ancaman para pelaku Riba? Berikut beberapa ancaman Riba yang terdapat dalam Al Quran:
- Orang yang memakan riba sama dengan orang yang kemasukan setan (QS. 2:275)
- Orang yang mengambil riba menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya (QS. 2:275)
- Orang yang memakan riba dianggap sama dengan orang yg kafir dan disiksa sangat pedih (QS. 4:161)
- Orang pemakan riba dianggap musuh agama dan diperangi langsung oleh Allah dan Rasul-Nya (QS. 2:279)
Naudzubillahiminzalik.. mudah mudahan kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang memakan RIBA.. aamin

Sahabat, Riba juga bisa menyamar menjadi istilah lain yang lebih halus lhoo
ada yang mengaburkan istilah Riba dengan istilah Jasa, Bunga, Inflasi, Interest dan lain-lain. Misalnya ada yang. menyatakan peminjaman uang dgn tambahan 10% dalam tempo 1 tahun, itu pada hakikatnya adalah untuk menutupi kerugian atau sebagai kompensasi karena inflasi/ menurunnya nilai mata uang dalam kurun waktu tersebut. Jelas ini adalah dalil yang dibuat-buat. Inflasi justru terjadi karena praktik Ribawi,. (pkesinteraktif.com)
Jadi hati-hati ya dengan Riba, Jangan mudah tertipu dengan berbagai istilah yang menarik dan indah :)

Lalu bagaimana cara/ solusi agar tidak terkena Riba?
Betapa banyak orang yang mengaku beriman, tetapi masih juga bertransaksi dengan riba. Paling tidak adalah tidak menjadii peminjam atau nasabah rentenir atau di perbankan (konvensional) yang mempraktekan sistim ribawi, berupa interest atau bunga atas pinjaman yang diperoleh.
Rambu-rambu lalu-lintas saja harus ditaati agar selamat dalam perjalanan. Maka rambu-rambu agama Allah tentu harus lebih ditaati lagi, agar slamat dunia akhirat.

(PKES "Kumpulan khutbah Jumat Ekonomi Syariah", Modul Fiqh Muamalah UKM SCIEmics UPI, dan dari berbagai sumber)

Masih banyak cara yang kita bisa lakukan untuk menjauhi dan bahkan ikut memerangi Riba, salah satunya adalah dengan tidak berhenti untuk terus mengkaji dan mempelajari tentang ilmu agama, utamanya untuk mengetahui rabu-rambu Islam dalam bermuamalah. Insyaallah.


Komentar

  1. Artikel bagus, tetapi jika EYDnya diperbaiki tentu akan lebih baik lagi.
    Kunjungi juga muslimgreget.com ya.

    BalasHapus
  2. kerapihan dari tulisannya juga perlu diperhatikan agar enak dibacanya

    BalasHapus
  3. Artikelnya udah bagus kang, tapi kerapian dan EYD nya mungkin lebih diperhatikan lagi ya kang.
    Nuhun

    BalasHapus

Posting Komentar